indonesiakusatu.com – JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Luky Alfirman dan Nurkholisoh Ibnu Aman sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) baru di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2026.
Pengangkatan keduanya tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 104/P Tahun 2026. Luky dan Nurkholisoh akan memperkuat jajaran pimpinan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dalam mendampingi Menteri Keuangan Suahasil Nazara dan Wakil Menteri Keuangan Juda Agung.
Keduanya memiliki latar belakang yang berbeda. Luky merupakan birokrat senior yang telah lama berkarier di Kemenkeu, sedangkan Nurkholisoh memiliki pengalaman panjang sebagai ekonom dan peneliti di Bank Indonesia (BI).
Profil Luky Alfirman
Luky Alfirman merupakan birokrat senior yang sebagian besar perjalanan kariernya dihabiskan di lingkungan Kementerian Keuangan. Pengangkatannya sebagai Wamenkeu menjadi kembalinya Luky ke jajaran strategis Kemenkeu setelah sebelumnya menduduki sejumlah jabatan penting.
Luky lahir di Bandung pada 27 Maret 1970. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik Industri di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1994.
Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan ke University of Colorado Boulder, Amerika Serikat. Luky memperoleh gelar Master of Arts (MA) in Economics pada 2000 dan Doctor of Philosophy (PhD) in Economics pada 2004.
Perjalanan Karier Luky
Luky memulai karier sebagai pegawai di Kementerian Keuangan pada 1 Maret 1995. Ia mengawali perjalanan birokratisnya di Direktorat Jenderal Pajak (DJP).
Kariernya kemudian berkembang ke berbagai posisi strategis dalam perumusan kebijakan fiskal. Ia pernah dipercaya menjadi Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro di Badan Kebijakan Fiskal (BKF).
Pada 2015, Luky menjabat sebagai Kepala Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan (Pushaka) di Sekretariat Jenderal Kemenkeu. Posisi tersebut membuatnya terlibat dalam koordinasi dan harmonisasi kebijakan di lingkungan Kementerian Keuangan.
Pada November 2017, Luky dipercaya menjadi Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR). Dalam posisi tersebut, ia menangani bidang pembiayaan dan pengelolaan risiko keuangan negara.
Ia juga pernah menjadi anggota Dewan Komisioner ex-officio Kementerian Keuangan di Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Selanjutnya, pada November 2022, Luky ditunjuk sebagai Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK). Kemudian, pada Mei 2025, ia dipercaya menjadi Direktur Jenderal Anggaran (DJA).
Sebelum kembali menduduki posisi sebagai Wamenkeu, Luky sempat diberhentikan dari jabatan Direktur Jenderal Anggaran pada April 2026.
Profil Nurkholisoh Ibnu Aman
Berbeda dengan Luky, Nurkholisoh Ibnu Aman memiliki latar belakang yang lebih kuat di bidang ekonomi, riset, dan kebijakan moneter. Ia dikenal sebagai ekonom dan peneliti yang memiliki pengalaman panjang di Bank Indonesia.
Nurkholisoh merupakan alumni SMA Taruna Nusantara. Ia kemudian menempuh pendidikan Sarjana Teknik Industri di Institut Teknologi Bandung pada 1997–2002.
Pendidikan akademiknya berlanjut ke Chalmers University of Technology, Swedia. Di sana ia memperoleh gelar Master of Science (M.Sc.) pada 2002–2004.
Nurkholisoh kemudian mengambil program Master of Business Administration (MBA) dengan fokus Finance and Economics di The University of Chicago Booth School of Business, Amerika Serikat, pada 2010–2012.
Ia juga menyelesaikan pendidikan doktoral di University of Edinburgh Business School, Skotlandia, dan memperoleh gelar PhD in Finance. Risetnya antara lain berkaitan dengan struktur mikro pasar keuangan atau market microstructure.
Perjalanan Karier Nurkholisoh
Nurkholisoh mengawali karier profesionalnya sebagai Senior Associate di firma konsultan Ernst & Young (EY) pada 2004–2005.
Pada Januari 2006, ia bergabung dengan Bank Indonesia sebagai Senior Economist. Ia menjalankan peran tersebut hingga Desember 2019.
Setelah itu, Nurkholisoh melanjutkan kegiatan akademiknya sebagai Doctoral Researcher di University of Edinburgh. Fokus penelitiannya antara lain berkaitan dengan struktur mikro pasar keuangan.
Setelah menyelesaikan pendidikan doktoralnya, ia kembali ke lingkungan bank sentral. Sejak November 2024, Nurkholisoh tercatat sebagai Senior Researcher di Bank Indonesia.
Pengalamannya di Bank Indonesia juga membuat Nurkholisoh memiliki pengalaman dalam koordinasi kebijakan dengan Kementerian Keuangan. Ia pernah terlibat dalam agenda yang berkaitan dengan koordinasi stabilitas sistem keuangan, termasuk Forum Koordinasi Stabilitas Sistem Keuangan (FKSSK).
Perkuat Jajaran Pimpinan Kemenkeu
Pelantikan Luky Alfirman dan Nurkholisoh Ibnu Aman menambah dua figur dengan latar belakang berbeda dalam jajaran pimpinan Kementerian Keuangan.
Luky membawa pengalaman panjang sebagai birokrat Kemenkeu dengan rekam jejak di bidang anggaran, pembiayaan, risiko, serta perimbangan keuangan. Sementara itu, Nurkholisoh membawa pengalaman sebagai ekonom, peneliti, dan bankir sentral dengan spesialisasi di bidang keuangan dan pasar keuangan.
Dengan masuknya kedua nama tersebut, jajaran Wakil Menteri Keuangan kini diperkuat oleh tiga Wamenkeu, yakni Luky Alfirman, Nurkholisoh Ibnu Aman, dan Juda Agung.
Formasi tersebut akan mendampingi Menteri Keuangan dalam menjalankan berbagai agenda Kementerian Keuangan, termasuk pelaksanaan dan konsolidasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).



